Menurut Pique Kepergian Messi Adalah Kesalahan Manajemen

Salah satu bek dari Barcelona yaitu Gerard Pique mengatakan bahwa kepergian Messi dari Barcelona merupakan ulah dari manajemen.

Di Camp Nou, Minggu (8/8/2021) sore WIB, Messi berpamitan pergi dari Barcelona. Dia berurai air mata saat memberikan sambutan.

Kondisi keuangan Barcelona memang sedang tak baik-baik saja. Presiden klub, Joan Laporta, bilang bahwa kerugian klub mencapai 400 juta euro.

Oleh karena itu, Barcelona sedang mencoba untuk memangkas banyak gaji para pemainnya. Di LaLiga juga diberlakukan pembatasan gaji.

Pique menegaskan Barca harus segera memikirkan masa-masa tanpa Messi, sembari menyalahkan manajemen dengan kondisi keuangan klub saat ini.

“Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen tak ada dalam kondisi terbaik dan itu sudah menghukum kami,” kata Pique seperti dikabarkan oleh As.

“Saat pemain seperti Messi pergi, wajar kalau itu menjadi saat yang sulit biat semua orang, tapi anda harus membuka lembaran baru karena kami tak bisa mengubah keadaan.”

“Anda harus bermain bagus dan menang, lantas bekerja lebih keras lagi. Pemain lain bisa mengambil posisi itu dan memainkan peran utama.”

“Tapi, kami tak mempunyai Leo lagi. Kami harus membuka lembaran baru dan penuh berharap,” kata dia menambahkan.

Barcelona sudah menunjukkan performa menjanjikan tanpa Messi. Mereka menang meyakinkan atas tim kuat, Juventus, dengan skor 3-0.

Dalam laga Joan Gamper Trophy di Camp Nou, Minggu (8/8), Memphis Depay, Martin Braithwaite, dan Riqui Puig.

Selama 21 tahun membela Barcelona, Los Cules menikmati berbagai sentuhan keajaiban Messi. Kaki Messi yang kerap mengubah jalannya laga dan menyelamatkan Barcelona dari situasi terdesak.

Total 34 trofi dipersembahkan pemain 34 tahun itu, termasuk 10 titel LaLiga dan empat gelar Liga Champions. Bek veteran Barcelona Gerard Pique mengakui ada yang hilang dari permainan timnya.

“Jelas bahwa dalam hal talenta dan keajaiban, kami tidak akan sama dengan sebelumnya. Ketika pemain terbaik dalam sejarah permainan ini meninggalkan klub, kami perlu bersikap realistis,” ungkapnya dikutip Sport.

“Kami sudah kehilangan pemain yang sangat penting, khususnya untuk lini serang kami, karena dia adalah pemain yang mencatatkan banyak gol dan assist,” imbuh Pique.

Tapi setidaknya Barcelona mengawali era tanpa Lionel Messi dengan positif. Tim besutan Ronald Koeman itu menang 3-0 atas Juventus dalam turnamen pramusim Trofi Joan Gamper.

“Sensasinya bagus, saya rasa. Tentunya, mempertimbangkan kepergian Leo, ini sudah jadi hari yang aneh. Tapi secara umum saya merasa kami bermain sangat baik,” sambung bek 34 tahun itu.

“Itu memberikan kami kepercayaan diri dan harapan bahwa ini bisa menjadi musim yang sangat sukses,” tambah Pique.

Pada konfersi pers yang diadakan kemarin, Lionel Messi juga mengajak keluarganya dan duduk di barisan terdepan. Mereka adalah sang istri, Antonella Rocuzzo berserta tiga buah hati Thiago, Mateo dan Ciro.

Antonella jelas tidak kuasa menahan air mata melihat sang suami yang berlinang air mata. Tak hanya itu, sang anak yang paling tua yakni Thiago Messi juga ikutan menangis.

Dalam jepretan dari Marca, terlihat Thiago Messi yang berusia delapan tahun beberapa kali menundukkan kepala. Tangannya juga kerap menyeka air mata yang tumpah.

Thiago tampak sedih melihat sang ayah yang harus meninggalkan Barcelona. Tentu Thiago tahu, betapa besar cinta sang ayah kepada Barca.

Antonella juga kerap mengajak anak-anaknya datang ke stadion untuk menyaksikan sang ayah dari dekat. Khusus Thiago Messi, paling tinggi jam terbangnya.

Lionel Messi juga kerap mengajak Thiago dalam berbagai acara seremonial di stadion. Thiago pun dekat dengan anak-anak pemain Barcelona lainnya.

Maka tak heran, kalau Thiago Messi begitu sedih melihat ayahnya yang harus ucapkan selamat tinggal kepada Barcelona.