Apasih Tujuan PUBG Mobile Datang ke Indonesia?

Seorang Country Manager dari Tencent Game Indonesia yang bernama Aswin Atonie memberikan ungkapan bahwa semenjak tahun 2018 lalu, PUBG Mobile sebetulnya bukan hanya hadir sebagai sebuah game saja.

Namun, game ini hadir dengan tujuan tersirat lainnya. “Kami punya 1 tujuan, yaitu mau membawa ekosistem esports yang memang berkelanjutan. Jadi kita bisa berkontribusi untuk masyarakat serta industri esports sendiri di negara Indonesia.” Ucap Aswin.

Ia juga memberikan penjelasan kalau ekosistem yang sebetulnya dirancang oleh pihak nya ini sampai sekarang sudah membuka banyak sekali lapangan pekerjaan baru pada bidang kreatif.

Hal ini tentu saja akan sangat bisa membantu perekonomian Indonesia. “Jadi esports untuk kita itu bukan hanya sekedar kegiatan main game saja. betul sekali dengan apa yang diberi tahu oleh Pak Semuel bahwa dulu nya mungkin memainkan dianggap seperti kegiatan yang membuang waktu. Tapi, sejak PUBG Mobile mulai masuk ke Indonesia, pandangan itu pun jadi berubah.” Ungkap Aswin.

Menurut dirinya, industri game atau khususnya pada bidang esports menjadi sebuah ekosistem yang sangat besar di mana akan sangat melibatkan banyak orang di dalam nya.

Beberapa di antaranya adalah seperti pro player, influencer, caster, streamer, sampai dengan event organizer.

“Sepanjang pandemi kita sudah membuktikan jika gaming tau esports justru bisa menjadi salah satu industri yang cukup berkembang pesat.” Ungkap Aswin.

Ia juga memberikan penegasan bahwa sekarang ini gaming bukanlah Cuma kegiatan yang bisa menghabiskan uang serta membuang waktu saja. namun, sudah jadi sebuah industri yang ikut membantu membangun negara Indonesia ini juga dengan sendirinya.

Hal ini tak lepas juga dari adanya dukungan pihak pemerintah dengan catatan para penggita juga ikut melakukan sosialisasi serta mematuhi beberapa peraturan.

Dimana, peraturan tersebut salah satunya adalah Indonesia Game Rating System atau IGRS. Di mana ini merujuk ke pada kategori konten yang akan disajikan serta batasan usia dari pemain itu sendiri.

“Kalau mengenai game yang melanggar aturan undang – undang, tentu saja nanti akan di blokir oleh kami. Jadi, kami memberikan himbauan kepada para developer agar bisa membuat dan mengembangkan game yang edukatif atau mendidik.” Ucap Anthonius Malau yang merupakan Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika menjelaskan.

Sebelumnya, presiden Joko Widodo pernah menyampaikan bahwa pemerintah akan sangat mendukung esports berkembang di Indonesia asalkan para pemainnya tetap melakukan sosialisasi atau dalam arti lain tidak ansos dan hanya bermain game saja.

Karena, tentu saja ini demi kebaikan para pemain juga agar tetap bisa bersosialisasi, bergaul, dan tak kecanduan dengan game yang pastinya akan sangat membahayakan siapapun.